Persyaratan administrasi CPNS untuk dokter hanya menerima dokter lulusan FK di PTN dengan akreditasi A dan B, serta PTS dengan akreditasi A saja.
Sebagai mahasiswa FK di PTS berakreditasi B, sedih ndak?
Dibilang sedih, ya sedih... Dibilang ndak, ya emang ndak juga.
Saya sih percaya, takdir memang tak bisa dilawan. Tapi bukan berarti Tuhan memberi batasan bagi hambaNya dalam mengejar dan berjuang.
Tuhan tidak menciptakan takdir sebagai batasan... Tuhan menciptakan takdir sebagai salah satu bentuk anugrah, atau sebaliknya sebagai ujian berujung hikmah.
Kalau takdir itu dinding tinggi dan kokoh yang tak bisa kita rusak untuk menerobos... Itu artinya Tuhan ingin kita menaikinya.
Panjat dindingnya.
Saat memanjat, akan kita lihat bagaimana tangan Tuhan bekerja menjulur demikian panjang.
Saat sudah mencapai atas, bayangkan saja, apa yang kira-kira akan orang-orang lihat dari ketinggian sana?
Bukan masalahnya saya terlalu percaya diri... Atau mungkin semata-mata hanya untuk menghibur diri. Tapi saya benar-benar yakin saja... Tuhan tidak sekejam itu dengan bersikap diskriminasi.
Tuhan hanya memberikan beberapa beban sebagai ujian. Tapi sekali lagi bukan memberi batasan.
Tidak mungkin Tuhan membiarkan semua jalan terbuntu. Kalau ada satu yang buntu, cari saja jalan lain. Jalan lainnya terbuntu juga? Ya cari lagi jalan lainnya. Pasti ada yang terbuka.
Tuhan memang terkadang sebercanda itu. Mungkin awalnya semua itu membuat kita kesal... Tapi suatu saat kita sudah bisa melampauinya... Kita akan bisa tertawa. Bercanda bersama Tuhan. MenganggapNya maha baik dengan segala kelucuan di belakang.
Lagian semua ini hanya peraturan menteri. Sedangkan Tuhan itu maha raja dari segala penjuru semesta, maha tinggi dari segala yang tertinggi. Maka akan jadi lucu sekali saat harapan kita patah hanya karena ini. Lalu dengan dangkalnya merutuki nasib, dan menganggap bahwa perputaran bumi terhenti untuk kita yang 'apalah' ini.
Sejauh ini, Tuhan hanya membuat satu peraturan mutlak; Bersungguh-sungguhlah maka kamu akan dapat. Itu saja.
Saya ini mungkin hanya biji wijen. Tapi bukan tidak mungkin kalau suatu saat nanti Tuhan menjadikan saya jajanan yang enak dan mengenyangkan, dengan menempelkan saya pada bulatan adonan onde-onde yang besar. Dan saya akan terjual dengan harga yang mahal.
Ya ndak? :)
Salam biji wijen!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar