Sabtu, 25 Maret 2017

Yah, Ma, aku perjalanan pulang...

"Yah, Ma, aku perjalanan pulang... "

Kalimat ini yang selalu saya kirim di grup WA keluarga setiap kali akan pulang. Dan, kalimat inilah, yang paling menyenangkan. Yang membuat beban yang bertumpuk seolah hilang. Padahal masih tinggi menjulang.

Meski sudah menginjak usia remaja, tapi dalam hal ini saya merasa sama dengan bocah SD rata-rata. Bahagia luar biasa ketika mendengar lonceng tanda pulang.
Saya pun. Bukan main senangnya kalau sudah waktunya pulang. Lalu di sepanjang perjalanan seolah bertebaran semua hal baik di dunia. Panas terik tidak terasa. Jalanan macet, debu, lampu merah yang lama dan 'amburadul'nya seantero lalu lintas seperti tidak ada artinya. Karena fokus saya hanya pada 'sebentar lagi sampai rumah'. Maka silahkan saja kalau mau membuat keributan di jalan raya yang membuat semakin stress para polisi dan kebanyakan pengendara, saya tak peduli. Hati saya sudah terlalu adem bersama terkirimnya pesan 'pulang' pada Ayah dan Mama di rumah.

Padahal... Kalau sudah sampai rumah, kadang mama sedang tidur, ayah berangkat kerja, adek masih sekolah serta lain-lain hal yang membuat saya 'krik' dan ujung-ujungnya jadi pengangguran berijazah. Tapi itu tak pernah jadi masalah. Yang penting saya sudah di rumah. Mama tidur, sebentar lagi juga bangun. Ayah kerja sebentar lagi juga pulang. Tinggal sabar saja menunggu.

Dan satu hal yang paling utama tak boleh dilupa adalah...
.
.
.
Makan di rumah itu gratis dan sepuasnya. Bisa hemat uang jajan kan? Maklum anak kos...

(* ̄︶ ̄*)

Tidak ada komentar: